Pasar Seni Lukis Indonesia 2008

Balai Pemuda Surabaya

Perkembangan seni lukis di Indonesia , khususnya di Jawa Timur pada beberapa tahun belakangan ini mengalami kemajuan yang luar biasa. Para pelukis bermunculan, menganut berbagai aliran, dan dengan teknik yang mengagumkan.

Sayangnya, perkembangan yang luar biasa ini belum diimbangi dengan sarana yang memadai, karena pemerintah dan hampir semua pemerintah di daerah kurang memperhatikannya, sehingga tidak ada infrastruktur baru yang dibangun untuk menampung dan memfasilitasi pertumbuhan kesenian, khususnya seni lukis. Sementara infrastruktur lama untuk kegiatan kesenianpun, penggunaannya dialihkan untuk kegiatan lain. Nyaris tidak ada anggaran baik dari APBN maupun APBD yang dialokasikan untuk perkembangan seni lukis. Lebih menyedihkan lagi, sektor swastapun hampir mengabaikan perkembangan seni lukis.

Akibat kondisi yang demikian, akhirnya para seniman, khususnya para pelukis, bagai tumbuh di padang gersang. Mereka berkembang dengan sarana dan fasilitas seadanya, yang mereka sediakan dan ciptakan sendiri. Mereka menggelar pameran seni lukis di tempat-tempat yang sebenarnya tak layak untuk menyelenggarakan pameran, sehingga mereka sulit mengundang calon pembeli potensial. Padahal, kehadiran para pembeli lukisan sebenarnya amat mereka perlukan, bukan hanya untuk memancing dan menggairahkan kreativitas mereka, tetapi juga untuk menyambung keberlangsungan dan menenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka.

Karena itulah, di Surabaya perlu diselenggarakan suatu even yang akan memfasilitasi para pelukis itu, untuk mempertemukan mereka dengan para kolektor, galeri, calon pembeli potensial, serta masyarakat pecinta seni lukis. Even itu dinamakan “Pasar Seni Lukis Indonesia 2008, Balai Pemuda Surabaya”.

Kegiatan ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya , dan diharapkan akan menjadi even regular tiap tahun. Ada beberapa alasan dipilihnya tempat di komplek Balai Pemuda Surabaya, antara lain karena lokasinya yang tepat berada di pusat kota Surabaya , areal luas yang memungkinkan untuk diselenggarakannya kegiatan ini, serta bagian dari upaya untuk mempertahankan komplek Balai Pemuda sebagai oase kesenian di Surabaya .

Waktu pelaksanaan:

Pasar Seni Lukis Indonesia 2008, Balai Pemuda Surabaya diselenggarakan selama 10 hari, dari tanggal 2 Mei s/d 12 Mei 2008. Kegiatan ini juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara HUT Kota Surabaya yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2008.

Peserta:

Pasar seni ini rencananya akan diikuti 100 pelukis/galeri/ kolektor yang akan diundang dari seluruh wilayah di Indonesia.

Persyaratan perserta:

Mengisi formulir

Membayar administrasi

Mentaati tata tertib penyelenggara

Penyelenggara:

Sanggar Merah Putih, sebuah lembaga pemerhati perkembangan seni lukis di Indonesia , berdomisili di Surabaya .

Alamat Sekretariat: Jl. Kendangsari blok F.41.D Surabaya .

email: pasarsenilukis@ yahoo.com, dan pasarsenisurabaya@ yahoo.com

Tim kerja:

M. Anis, Soedarsono, M. Abdoellah, Teddy Sulangi, Hendri Titis Sanjaya, dan Budi Haryoso.

Harga dan Ukuran Stand:

Ukuran stand: 3 x 2,5 meter

Harga/sewa selama berlangsungnya kegiatan Rp. 750.000,- / stand

Fasilitas Stand: Lampu neon 40 watt dan skat/panel.

Free WiFi di lokasi pasar seni.

Peserta dapat menyewa lebih dari 1 (satu) stand .

Denah stand terlampir.

Pembayaran melalui: BNI Cabang Gubeng

No. Rek: 0132402155 a/n Budi Haryoso

Pembayaran Stand:

Peserta dapat memilih stand pada denah terlampir, setelah membayar uang muka Rp. 500.000,- Sisanya sebesar Rp 250.000 ribu dilunasi pada tanggal 2 Mei 2008, paling lambat pukul 24.00 WIB. Peserta tidak dapat mengambil kembali uang muka yang telah dibayar jika mengundurkan diri atau batal.

Untuk pesan dan booking stand bisa menghubungi:

1. Teddy Sulangi ; HP no: 03177366017

2. Soedarsono; HP no: 081553151810

Keamanan dan Ketertiban:

Jam buka pasar seni pukul 10.00 WIB s/d pukul 22.00

Panitia pelaksana bertanggung jawab atas keamanan di dalam arena stand outdoor. Keamanan di dalam stand menjadi tanggung jawab pihak peserta, termasuk lukisan yang dipajang. Untuk barang-barang di dalam stand yang berharga atau berbahaya menjadi tanggungjawab masing-masing peserta.

Promosi:

Penyelenggara akan melakukan promosi melalui:

Media cetak dan elektronika, website, poster, brosur, spanduk, baliho dan bentuk promosi lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: