Caryn dan Wawali Jadi Bintang

Pentas Ludruk Public Figure Surabaya
SURABAYA – “Kalau nggak bisa jaga regol dengan baik, tak mutasi, lho,” ujar Wawali Arif Afandi yang berperan sebagai Tamtama Regol kepada kawan-kawannya sesama Tamtama Regol.

“Waduh, main ludruk saja pakai mengancam mutasi segala. Wedi (takut, Red) aku,” jawab Sekkota Sukamto Hadi yang juga berperan sebagai penjaga pintu gerbang istana itu. Penonton pun tertawa.

Itulah salah satu dialog dalam ludruk urban Jaka Berek Nglurug Taman Surya yang dipentaskan pada malam pergantian tahun di panggung Taman Surya Senin (31/12) malam. Pentas tersebut menampilkan para pejabat, tokoh masyarakat, dan sejumlah seniman. Selain Arif Afandi dan Sukamto Hadi, ada Kapolwiltabes Surabaya Kombespol Anang Iskandar yang berperan sebagai Cokroningrat dan Konjen AS di Surabaya Caryn McClelland yang memainkan tokoh Bude Wongsodrana. Kalangan seniman yang tampil, antara lain, Sawung Jabo, novelis Lan Fang, Cak Kartolo, Sidik, dan Agus Kuprit.

Ribuan penonton, termasuk Wali Kota Bambang D.H., menyaksikan penampilan kelompok ludruk istimewa tersebut. Taman Surya pun tak mampu menampung penonton yang membeludak. Padahal, ludruk yang disutradarai koreografer Tri Broto Ws itu baru dimulai pukul 22.00 dan berakhir pukul 23.59.

Perhatian penonton tertuju pada penampilan para pemain ludruk dadakan tersebut. Penonton penasaran bagaimana para pamong praja yang sehari-hari sibuk berkutat dengan birokrasi dan persoalan kamtibmas di Surabaya itu bermain ludruk-ludrukan. Karena itu, begitu para tokoh tersebut mendapat adegan atau dialog, penonton merespons dengan tawa atau sorakan.

Arif tampil dalam adegan yang menuntut dia harus bertingkah kocak dan meluncurkan guyonan yang mampu mengocok perut penonton. Dia tampak berusaha melontarkan joke-joke ludrukan, namun terdengar lucu. Begitu pula ketika dia berjoget. Dialog dan joget yang kurang pas Wawali tersebut justru membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

“Sekali-kali ngrasake dadi Satpol PP rek (Sekali-kali merasakan jadi Satpol PP, Red),” celetuk Arif disambut geer penonton.

Penampilan Caryn McClelland dan Lan Fang dalam adegan Jaka Berek meminta izin untuk pergi ke Surabaya mencari ayahnya juga menarik perhatian penonton. Caryn malam itu mengenakan tank top hitam (pengganti kemben) dipadu jarik lurik warna kuning. Rambutnya disanggul tanpa gelungan.

Adegan paling menggelikan saat Caryn diajak berdialog dengan bahasa Jawa oleh Cak Purwito yang berperan sebagai suaminya. Caryn pun kebingungan. Penonton langsung tertawa terpingkal-pingkal.

Sadar menjadi tertawaan, Caryn langsung tanggap dan berucap, “Andai Anda bicara bahasa Indonesia, akan lebih baik.” Tawa penonton tambah riuh. Caryn hanya tersenyum saat melihat antusias penonton.

Ludruk yang digagas seniman Bawong Nitiberi (alm) dan Nazar Batati tersebut boleh dibilang satu terobosan menarik. Terlepas yang main para pejabat dan public figure, ludruk urban itu menjadi tontonan yang menghibur. Penonton juga betah hingga pentas berakhir. (uji/top/ari)

Jawa Pos, Rabu, 02 Jan 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: