Ester, Sang Pelukis Kaki

Imam Wahyudiyanta – DetikSurabaya

Surabaya – Dengan indahnya kuas bergagang kayu itu menari-nari di atas kanvas. Hasilnya sebuah bunga lengkap dengan vasnya tersaji indah di atas kanvas lukis itu. Yang membikin takjub, bukan kuas di sebuah tangan yang membikin lukisan itu, melainkan kuas di sebuah kaki.

Kaki milik Ester Ursula (21) tersebut dengan lincahnya secara bolak-balik berpindah dari palet warna ke kain kanvas yang digunakan sebagai media gambarnya. Dengan tekun pula gadis yang tidak bertangan sejak lahir itu menyapu setiap permukaan kanvas dengan berbagai macam warna.

“Meski cacat Ester tidak minder,” ujar Isnawati, guru pembimbing Ester, kepada wartawan di sela-sela pameran lukisan Srikandi Nusantara di aula Graha Amerta RSU dr Soetomo, Surabaya, Kamis (27/12/2007).

Menurut Isna, dirinya telah kenal dengan Ester sejak gadis itu masuk di Sekolah Dasar Yayasan Penyandang Anak cacat (YPAC) di Jalan Semolowaru. Sejak saat itu pula dirinya makin akrab dengan Ester. ]

Bahkan hingga sekarang saat Ester telah lulus SMU YPAC. Keakraban dirinya dengan Ester terus terbina karena Ester selalu berpikiran untuk terus maju dan mau belajar meskipun kendala fisik menghadangnya.

Ester sendiri merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara pasangan Binsar Pakpahan dan Rita Binsar Pakpahan. Menurut Rita, penyebab kecacatan Ester diduga kuat akibat pengaruh obat malaria yang diminumnya saat mengandung Ester.

Saat itu Binsar yang bekerja di pengadilan di tugaskan bekerja di Serui, Papua. karena kondisi alam Papua yang masih didominasi hutan, Rita pun terinfeksi malaria. Padahal saat itu dia sedang mengandung.

Untuk menyembuhkan malarianya, Rita pun meminum obat malaria yang diberikan dokter. Namun betapa kaget dirinya saat melahirkan, dirinya menemukan bahwa bayinya mengalami kecacatan pada tungkai tangannya dan di punggungnya tumbuh sebuah bongkok.

Namun Rita tidak bersedih apalagi menyesali nasib. Dianggapnya kelahiran Ester merupakan sebuah anugrah daripada sebuah bencana. Kini Rita justru bangga dengan kemampuan dan ketrampilan anaknya yang mampu berkarya dengan keterbatasan yang dimilikinya.

“Meski tidak mempunyai tangan, hobi Ester justru SMS lho,” tukas Rita.
(iwd/bdh)

Kamis, 27/12/2007 19:34 WIB

3 Responses

  1. Sebelumnya salam kenal. Saya Fajar, saya juga tertarik akan karya-karya yang telah di ciptakan oleh Ester Ursula. Kebetulan saya ingin mengadakan acara yang mengetemakan tentang anak2 yang mempunyai kekurangan (Maaf:) secara fisik namun mempunyai banyak prestasi. Bolehkah saya minta contact person dari Esther Ursula?
    Terima Kasih sebelumnya

    Thx

    Fajar (081384732541)

  2. Silakan kontak YPAC Surabaya
    Jl. Semolowaru Utara V/2A
    Surabaya
    telp 031 5932438

  3. Salam kenal,

    saya achmad. Semua manusia pasti mengalami kekurangan, baik dari segi nyata maupun tidak. hanya saja perlakuan berbeda yang menyebabkan mereka tersisihkan. Nah, saya tergerak hati untuk berbagi. saya mencoba mengembangkan kemudahan pertukaran informasi dalam penggunaan HandPhone (Khusus fitur SMS). saya mencoba membuat aplikasi sederhana yang akan menjadi proyek tugas akhir saya sebagai mahasiswa. namun, saya mengalami kendala, yaitu mengambil sample untuk kebiasaan tuna netra dalam menggunakan SMS. bisakah saya mencobanya di yayasan anda?

    jika bisa, bolehkah saya berkunjung dan mohon bantuannya untuk kelancaran pengambilan samplenya?

    terima kasih,
    mohon kabarnya melalui (085746236377)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: