Gelar Seni Tradisional Sehari Penuh

PASURUAN – Ada yang istimewa di Taman Kota Pasuruan, kemarin. Beragam seni tradisional digelar sehari penuh dalam sebuah panggung terbuka untuk memperingati hari jadi ke-62 Propinsi Jatim.
Penampilan Reog Ponorogo dari Turonggo Purbo Joyo, Kota Pasuruan menjadi pembuka acara sekitar pukul 08.00. Ada banyak atraksi yang mereka tampilkan. Mulai tari ksatria wanita berkuda, tari warok, hingga penampilan liuk-liuk reog.
Juga tampil seni tradisional etnis Tionghoa, Liang-liong dan Barongsay yang menjadi hiburan menarik bagi warga sekitar. Semua seniman yang tergabung dari berbagai organisasi kesenian itu berusaha tampil all out untuk menyemarakkan peringatan hari jadi Jatim.
Sekitar pukul 10.00, tari Glipang dipersembahkan sebagai ucapan selamat datang bagi rombongan Wali Kota Pasuruan Aminurrokhman, pejabat di lingkungan pemkot dan muspida kota. Delapan penari wanita memberikan tarian terbaik mereka sebagai bentuk penghormatan. Tarian ini mencerikan tentang aksi para srikandi wanita. Gerakannya memang gemulai, tapi tetap menggambarkan kegagahan dan jiwa patriotis para penarinya.
Aminurrokhman bersama rombongan lantas menyaksikan pertunjukan itu dari tenda berukuran sedang yang sudah disiapkan. Mereka setia menonton acara yang berlangsung hampir sehari penuh itu.
“Kita memang berusaha memberikan nuansa yang berbeda pada peringatan hari jadi ke-62 Propinsi Jatim. Salah satunya dilakukan dengan menggelar pementasan panggung seni rakyat yang semuanya masih tradisional,” kata Ichwan Chairat, Kahumas Kota Pasuruan.
Selain tari Glipang, masih ada puluhan seni tradisional lainnya. Bahkan panitia menyediakan panggung berukuran sedang untuk memberi kesempatan bagi kesenian lainnya dalam memeriahkan acara istimewa itu. Diantaranya yaitu penampilan samroh ibu-ibu.
Sebagai ucapan syukur atas hari jadi ke-62 Propinsi Jatim, Aminurrokhman memotong tumpeng nasi kuning bersama pejabat lainnya. Tanpa ewuh pakewuh, para pejabat menyantap tumpeng nasi kuning bersama sambil menyaksikan seluruh rangkaian pentas seni tradisional. (via)

Radar Bromo, Kamis, 20 Des 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: