Kidungan ala Bupati

Luhur Humas untuk Radar Mojokerto
PLANDAAN – Bagaimana jika Bupati Jombang Suyanto bermain ludruk? Ternyata tak kalah dengan penembang-penembang ludrukan. Itu ditunjukkan orang nomor satu di Kota Santri ini saat menghadiri pentas ludruk di Desa Pelabuhan Kecamatan Plandaan Sabtu (15/12) malam.
Pentas yang digawangi Persatuan Ludruk Arek Jombang (Palambang) dengan lakon Sarip Tambak Yoso ini, juga men-dhapuk Bupati Suyanto bersama istri untuk main ludruk.
Bupati Suyanto bersama istri akhirnya naik pentas pada pukul 21.30, setelah satu jam pementasan. Para seniman ludruk malam itu langsung meminta bupati untuk melantunkan kidungan. Namun, bupati memilih membawakan tembang campursari Caping Gunung.
Saat berada di pentas, Bupati Suyanto menyemangati para pekerja ludruk agar tetap eksis di tengah gempuran budaya modern. Salah satu dukungan pemkab adalah dengan melakukan kajian budaya.
“Ini penting agar Ludruk sebagai kebudayaan asli Jombang tidak diklaim orang luar negeri seperti kasus reog yang diklaim sebagai produk budaya masyarakat Malaysia,” ungkap Suyanto.
Suyanto meminta seniman ludruk untuk membenahu manajemen agar suguhannya diminati masyarakat. “Masih banyak generasi muda yang mencintai ludruk. Ini potensi.” Setelah sekitar 45 menit berada di pentas, bupati langsung memungkasi dengan melontarkan kidungan: Santen Gulo Klopo, Cekap Semanten Atur Kulo. (lal)

Radar Mojokerto, Senin, 17 Des 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: