Reparasi TV Akhirnya Masuk TV

Reporter : Anas Pandu

Surabaya-Jika menyaksikan penampilan Puji Astuti saat membawakan berbagi macam lagu campursari dalam acara Campursari Tombone Ati yang ditayangkan di TVRI Surabaya tiap jum’at petang memang mengasyikkan.
Tapi siapa yang menyangka bahwa ibu seorang putra ini dulunya suka masang penjor setiap tujuh belasan di kampungnya di Banyuwangi.
Puji Astuti mengaku bahwa dulu dirinya memang tomboy dan hoby elektronika. Hoby ini dipengaruhi oleh kakaknya yang waktu Puji masih kecil sedang bersekola di STM Jurusan Elektronika.

“Awalnya saya melihat kakak yang sedang membetulkan elektronik seperti TV, lalu bisa nyala kembali kok menimbulkan rasa tertarik pada diri saya” ungkap Puji.

Dari rasa tertarik Puji kecil pun sering nimbrung ketika kakaknya sedang memperbaiki perangkat elektronik. Berbagai perangkat elektronik sepereti TV, Radio tape pun pernah diperbaikinya. Puji ternyata tidak main-main dengan hobi tersebut.

Dirinya kemudian memutuskan untuk masuk STM dan jurusan yang sama dengan kakaknya. Namun karena dalam 1 kelas Elektro Cuma Puji satu-satunya yang perempuan, kontan ayahnya tidak setuju.

Mengenai aktivitasnya sekarang sebagai seorang sinden, Puji mengaku itu merupakan buah dari titah sang Ayah yang memintanya untuk masuk SMKI Jurusan Karawitan.

Sang Ayah memang suka sekali dengan kesenian tradisional jawa tersebut. Walau sedikit enggan, Puji menuruti sang Ayah masuk sekolah itu.

“Tapi sebelumnya saya sempat ke SMKI Bali. Saya sempat satu bulan disana tapi karena bahasa dan budayanya berbeda saya nggak kerasan.”

Untunglah Puji bisa pindah dan diterima di jurusan karawitan SMKI Surabaya.

“Padahal dulu waktu tes saya sama sekali nol besar tentang karawitan. Ditanya ini alat apa saya nggak tahu. Untungnya saya punya modal suara yang katanya cukup merdu sehingga bisa diterima,” jelas Puji sambil tertawa mengenang masa-masa awal bersekolah di SMKI.

Walau awalnya dipaksa orangtua untuk masuk dunia karawitan, Puji sekarang merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah diraih.

Terlebih dirinya ternyata termasuk mahasiswa berprestasi di STKW. Terbukti dirinya pernah 3 kali berturut-turut mulai tahun 2001-2003 sebagai duta seni pelajar se-Jawa Bali.

Sekarang, dengan profesinya sebagai sinden yang rata-rata bisa menerima job 2-3 kali perminggu, Puji mengaku hasilnya lebih dari cukup untuk hidup sehari-hari.”Lumayanlah hasilnya, bisa buatbelanja dan beli susu anak,”pungkasnya.[nas/sit]

beritajatim.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: