Keberagaman dalam Tarian

SURABAYA – Anak didik Marlupi Sijangga kembali unjuk kebolehan. Kemarin (12/12), Marlupi Dance Academy (MDA) mengadakan konser bertajuk Marluphosis Song and Dance Performance 2007. Ternyata, yang berunjuk kebolehan itu tidak hanya siswa MDA. Sejumlah lansia juga ambil bagian.
“Saya ingin menularkan semangat terus berkarya di kalangan seniman lansia,” ujar Marlupi sebelum memulai konser. Para lansia tersebut hadir dengan membawakan lagu dan paduan suara yang diiringi tarian balet anak didik Marlupi sebagai latar belakangnya.
Tiga karya terbaru Marlupi menjadi jantung pertunjukan itu. Yakni, Marluphosis Chinese Dance, Marluphosis Indonesian Dance, dan Marluphosis USA Dance. “Saya masih menggunakan gerakan tari balet klasik. Kemudian, saya tambahkan sentuhan modern di beberapa gerakan dan musik pengiring,” jelasnya.
Masing-masing tarian disajikan berurutan dengan diselingi penampilan penari dan seniman yang lain. “Saya tidak tampil, sudah waktunya anak-anak yang melakukan regenerasi,” paparnya.
Perpaduan budaya Tiongkok dan Indonesia terasa kental di konser tersebut, apalagi saat alumni sekolah Ma Chung menampilkan tarian Gandang Kacak Midun. Tari itu dibawakan apik selama lima menit. Tampilan khas Tiongkok penarinya tidak mengurangi nilai gerakan tarian asli tari Bukit Tinggi tersebut. “Saya ingin menampilkan keberagaman budaya yang indah dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” tutur Marlupi. (uji/dos)

Jawa Pos, Kamis, 13 Des 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: