Buka Ekstrakurikuler Dalang

Undang Wayang Kulit ke Sekolah
SURABAYA – Suasana SD Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia (YPPI) II kemarin (12/12) mendadak gemuruh. Suara gamelan dan tetabuhan tradisional lain terdengar berirama dari aula sekolah di kawasan Donokerto itu.
Ya, sekolah tersebut kemarin menghadirkan wayang kulit. Pergelaran itu sekaligus menandai pembukaan ekstrakurikuler pedalangan bagi siswa. “Sebelumnya ada latihan karawitan. Pedalangan itu merupakan rangkaian kegiatan tersebut,” jelas Kepala SD YPPI II Vincentius H.S.
Penampilan wayang kulit dengan dalang Ki Restu dari Baratajaya itu disambut antusiasme ratusan siswa. Agar siswa paham ceritanya, pergelaran wayang berdurasi dua jam itu kerap menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa.
“Bahasa Jawa tetap dipakai, tapi hanya sedikit. Itu agar murid tidak bosan menonton karena tidak paham bahasa Jawa,” ungkapnya.
Dia mengharapkan, selepas pentas, banyak siswa yang tertarik pada kesenian wayang. “Belajar budaya tradisional juga perlu ditekankan. Jangan hanya mengejar teknologi,” tegasnya.
Dia menyatakan, selepas menonton wayang, setiap siswa diwajibkan membuat laporan tentang cerita wayang yang ditonton. “Memang agak sedikit memaksa. Tapi, ini hanya untuk stimulan,” katanya.
Kurniawan, siswa kelas II, mengaku senang atas adanya pergelaran wayang tersebut. “Saya senang melihat wayangnya. Bentuknya bagus” ungkapnya.
Meski begitu, dia mengaku bosan kalau harus menonton dalam waktu lama. Apalagi, cukup sulit menangkap jalan cerita. (uji/hud)

Jawa Pos, Kamis, 13 Des 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: