Seniman Gugat Dewan Kesenian

SAMPANG-Karena dinilai, Komponen masyarakat pelaku seni (Kompres) Sampang menggugat keberadaan Dewan Kesenian Trunojoyo (DKT) Kabupaten Sampang. Sebab dinilai tidak mampu menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan seniman di Kabupaten Sampang. Tak hanya itu, sejak tahun 2002 DKT juga tidak pernah mereorganisasi diri.
“Sejak tahun 2002 sampai sekarang, DKT mengalami kevakuman. Kepengurusannya tidak jelas, dan tidak pernah memberikan pembinaan konkret kepada masyarakat seni di Kabupaten Sampang,” ujar juru bicara Kompres, Djuned J.F.
Sarjana seni rupa jebolan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini mengungkapkan, meski keberadaannya tidak jelas, setiap tahun DKT selalu menerima kucuran dana pembinaan dari Pemkab Sampang. “Sebagai pelaku seni, kami melihat ada ketidakberesan dalam tubuh DKT Sampang. Sebab, beberapa pengurus mengaku tidak pernah dihubungi dan diajak koordinasi,” terangnya.
Untuk itu, Djuned J.F. meminta agar Ketua DKT Kabupaten Sampang, Ali Daud Bay memilih mundur teratur dari kepengurusan. Sehingga DKT bisa terselamatkan.
Kritikan ternyata tak hanya datang dari luar. Sejumlah pengurus DKT sendiri menyorot tajam kinerja organisasinya. Seperti yang disuarakan Ketua Departemen Seni Tari DKT Sampang Bambang Haryanto. Selama ini, ujar Bambang, DKT Sampang tidak mempunyai program kegiatan yang jelas. Pembinaan terhadap anggota juga sangat kurang.
“Sejak tahun 2002 sampai sekarang, saya tidak pernah diundang rapat penyusunan program kerja,” ungkap Bambang.
Hal senada juga disampaikan Ketua Departemen Seni Rupa Chairil Alwan. Perupa jebolan Unesa Surabaya ini, mengaku tidak tahu-menahu tentang penggunaan dana pembinaan DKT Sampang. “Selama ini, saya maupun pengurus yang lain tidak pernah diundang dan diberitahu. Semuanya diurus sendiri oleh ketua. Padahal, DKT Sampang tidak mempunyai program kegiatan,” terang Chairil Alwan.
Sementara saat dikonfirmasi, Ketua DKT Kabupaten Sampang Ali Daud Bay membenarkan semua yang disampaikan sejumlah seniman Sampang. Selama ini, selaku ketua Ali Daud Bay memang belum pernah menggelar kegiatan dan memberi pembinaan kepada pengurus maupun anggota DKT Sampang. Termasuk belum mempunyai AD/RT sebagai landasan organisasi.
“Akibatnya, keberadaan DKT Sampang terkesan tidak sehat,” ujarnya.
Ali Daud Bay juga mengungkapkan, kendala utama kevakuman DKT Sampang tak lain akibat keterbatasan dana dan kesibukan pengurus. “Sejak dibentuk tahun 2002 silam, kiprah DKT Sampang baru terasa awal Juli 2006,” ungkapnya.
Dia membenarkan, pihaknya pernah menerima dana pembinaan dari Pemkab Sampang sebesar Rp 100 juta pada tahun anggaran 2006. Tapi, dana yang dikucurkan lewat Kantor Kesos Sampang hanya diterimanya senilai Rp 68 juta.
“Dana tersebut, kami pergunakan untuk membiayai kegiatan pelestarian kesenian tradisional dan seni hiburan rakyat,” terangnya.
Menanggapi tuntutan agar dirinya mundur dari Ketua DKT Kabupaten Sampang, Ali Daud Bay tidak mempermasalahkan. Dia legowo menyerahkan tongkat kepemimpinan wadah komunitas pelaku seni tersebut kepada kader-kader muda. Rencananya, reorganisasi tersebut, akan dilakukan awal Januari 2008 mendatang.
“Saya memang sudah saatnya istirahat dan menyerahkan kepemimpinan DKT kepada generasi muda yang lebih energik dan memiliki ide-ide segar. Semua itu bertujuan untuk kemajuan kesenian di Kabupaten Sampang,” janji Ali Daud Bay. (fiq)

Radar Madura, Jumat, 30 Nov 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: