Ida Arsusi, Inspirator Lahirnya Penulis dari Kalangan TKW Hongkong

Dirikan Rumah Cerpen, Provokasi TKW agar Suka Menulis
Menulislah selagi kamu bisa. Kalimat itu kerap meluncur dari mulut Ida Arsusi, 32, untuk menggugat semangat menulis. Wanita asal Keluarahan Tawangsari, Garum, Blitar, ini pendiri email group Kossakata (sering disingkat menjadi KOSTA). Dia merupakan inspirator lahirnya penulis muda dari kalangan TKW Hongkong.

Destyan Sujarwoko, Ratu

Siang itu Ida Arsusi terlihat sedikit sibuk. Beberapa buku yang barusan dibacanya dibiarkan berserak di atas lantai rumahnya yang berada di RT 1, RW 8, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Blitar. sambil terus memelototi layar laptop yang ada di depannya. Putri tunggal pasangan (alm) Ahmad Sama’in dan Markonah ini terus saja mengetik novel terbarunya yang dia beri judul ’Memilin Ombak Merenda Riak’. Sudah 50 persen tulisan itu dia selesaikan dan Ida mengaku sangat antusias ingin segera merampungkannya. gMumpung di rumah dan ada banyak waktu luang untuk menulis,h ujar Ida Arsusi renyah.
Dilihat dari penampilannya yang sangat sederhana, orang tidak akan menyangka sosok Ida Arsusi sangat berpengaruh bagi perkembangan karya sastra dikalangan TKW Hongkong. Belasan bahkan puluhan buku dan cerpen bahkan terus bermunculan berkat provokasi tiada henti yang selama ini dilakukan Ida Arsusi melalui media yang dikelolanya sejak tahun 2001, Berita Indonesia. Satu-satunya koran berbahasa Indonesia yang khusus dibuat untuk konsumsi para TKW Indonesia di Hongkong.
“Untuk merangsang minat teman-teman TKW di Hongkong untuk menulis, pada tahun 2003 aku juga mendirikan sebuah rumah cerpen yang beranggotakan 22 orang. Mereka ini bahkan sudah berhasil menerbitkan sejumlah buku yang saat ini banyak beredar di toko buku kita,h tutur pemilik kacamata minus ini lega.
Ida Arsusi sendiri mengaku sangat bersyukur bisa memotivasi teman-teman TKW di Hongkong agar lebih kreatif. Khususnya untuk membaca dan menulis buku maupun cerpen. Ihwal keterlibatannya dalam dunia sastra dikalangan TKW inipun berjalan secara tidak sengaja. Berawal dari perkenalannya dengan seorang pengusaha Jakarta yang memiliki jaringan bisnis di Hongkong. Ida yang saat itu aktif di dunia LSM mendapat tawaran untuk mengelola sebuah media yang khusus diterbitkan untuk konsumsi para TKW di Hongkong.
Tawaran yang berlangsung pada tahun 2001 itupun mendapat sambutan hangat dari Ida. Maklum, dunia sastra dan tulis-menulis sudah menjadi impian mahasiswa jebolan Ilmu Pembangunan Surabaya ini sejak masih duduk di bangku SMP. gKesempatan itu saya manfaatkan untuk memprovokasi teman-teman TKW untuk menulis di media yang saya kelola, Berita Indonesia,h lanjutnya.
Tidak sendiri, perjuangan yang dilakukan Ida Arsusi ternyata mendapat sambutan hangat dari kalangan TKW. Meski pada awalnya hanya direspons beberapa TKW saja, kini TKW yang bergabung dimilis Kossakata miliknya sudah mencapai ratusan. beberapa kali dilakukan pertemuan dan pelatihan juga selalu dihadiri ratusan TKW yang ingin belajar berkarya melalui dunia sastra.***

Radar Tulungagung, Sabtu, 01 Des 2007

One Response

  1. halo, saya lagi cari pemain untuk film Jakarta Macau yang bercerita ttg TKW. saya ingin pemainnya berasal dari mereka yang memiliki latar belakang TKW. mohon infonya alamat atau no telp perkumpulan eks TKW hong kong dan macau yang ada di jakarta ya… Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: