Lestarikan Budaya Melalui Remo

SURABAYA – Tari Remo, tampaknya, belum dilupakan warga Kota Surabaya. Kemarin (18/11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Surabaya mengadakan pergelaran Tari Remo masal di Taman Bungkul. Ternyata, peminat acara tersebut jauh meningkat daripada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Suhartoyo mengatakan, ajang yang merupakan agenda tahunan Disbudpar itu diikuti 172 peserta yang tergabung dalam 40 grup. “Mulai tahun ini, ada kategori grup balita. Yakni, penari berusia 3-5 tahun. Jumlahnya delapan kelompok,” katanya. Ada juga 19 grup anak dan 13 grup remaja.
Dia berharap agar progam tersebut dapat membantu melestarikan budaya Tari Remo. “Pementasan seperti ini bisa memberikan perasaan bangga bagi pesertanya. Rasa bangga dapat menumbuhkan rasa cinta pada budaya daerah,” paparnya.
Tahun lalu peserta Tari Remo masal hanya sekitar seratus peserta. Peserta tahun ini bertambah, menurut Suhartoyo, berkat dorongan para seniman yang menggalakkan latihan Tari Remo.
Selain itu, kreasi yang diciptakan para seniman membuat anak-anak tidak minder membawakan Tari Remo. “Beberapa kreasi Tari Remo memangkas waktu penampilan mereka dari 20 menit menjadi 5-10 menit. Ini dapat mengurangi kejenuhan penari dan penontonnya,” tuturnya.
Selain Tari Remo, Disbudpar mengagendakan pementasan keroncong, dalang, dan campursari. Seluruh kegiatan ditujukan untuk anak-anak dan remaja. “Prioritas kami adalah memupuk rasa cinta pada budaya lokal dan tradisional agar tidak punah,” ujarnya. (uji)

Jawa Pos, 19 November 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: