Refleksi Perjalanan Nasib Seniman

SURABAYA – Jadilah orang yang selalu berbuat baik. Itulah penggalan kisah dalam eksplorasi gerak dan tari berjudul Kidung Sekar Jagad yang dipentaskan di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, tadi malam. Hasil karya penata tari Sapto Priyono dari Tulungagung tersebut mencoba merefleksikan perjalanan karir seorang seniman.

Pengalamannya yang cukup lama di dunia tari menuntun dirinya untuk menciptakan karya tersebut. “Dunia seniman juga penuh intrik dan trik. Seniman harus menumbangkan seniman lain untuk meniti karir ke jenjang yang lebih tinggi. Itulah realita yang terjadi,” ungkap Sapto.

Menampilkan tujuh penari, jebolan ISI Jogjakarta itu melakukan otokritik terhadap kehidupan seniman sekarang. Pentas diawali munculnya sesosok manusia yang berjalan tertatih-tatih keluar dari seberkas cahaya. Iringan gesekan senar rebab dan lengkingan seruling memperkuat penokohan sosok utama itu.

“Seniman harus mengawali karir dari bawah. Itu tecermin dari anak tangga berundak-undak yang saya jadikan properti karya tersebut. Sementara, seorang penari yang tertatih-tatih itu menggambarkan ketidakberdayaan seniman yang berjuang demi karya dan darma baktinya untuk orang lain,” jelasnya.

Diiringi narasi, perjalanan nasib sang seniman semakin jelas, bahwa kesuksesan tidak harus menjadikan dirinya jahat atau tamak. “Saya mencoba memerankan tokoh yang memerlukan keikhlasan dalam segala perbuatannya. Meski sesabar-sabarnya orang, pasti ada batasnya,” tegasnya.

Tari tersebut diakhiri hilangnya bercak cahaya di atas panggung. Hal itu menggambarkan bahwa seorang seniman hanya bisa menunjukkan jati dirinya dengan mutu karya seni, bukan dengan intrik saling menjatuhkan. (top)

Jawa Pos, 14 November 2007

2 Responses

  1. aduh komen diatas bagus seni itu indah sekali karena kurasakan dimana menggeluti dunia seni sampai saat ini.seni akan tetap jaya disepanjang masa tanpa habis dan tidak bosan.aku arek suroboyo ini suka seka sekali bila melihat budaya kita bisa maju.apa lagi yang kurasakan persaingan seni dan budaya diluar negeri terutama eraopa wah asyiik deh.salam choirijatun

  2. perjalanan nasib seniman itu tidak bisa digambarkan seperti apa ,pengalaman berpetualang yang sulit .ibaratnya jalan berliku-liku naik gunung dan turun gunung.cinta berlabuh setiap pertemuan apalah artinya harta hanya cinta dimana-mana.memang ini kepuasaan jiwa seorang seniman dikagumi dan harus selalu simpatik yang terkesan.dan kekuatan iman didalam hati jangan sampai ternoda.hanya prestasi dan bintang harapan untuk diraih.aduh bikin deg-degan i love Indonesia .choirijatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: