Seniman yang Selalu Ubek

“SEORANG seniman harus ubek (giat). Kalau nggak, munculnya akan sulit.” Itu kata perupa Agus Soekamto. Karena itu, untuk memunculkan namanya, pria yang beken dengan nama Agus Koecink tersebut selalu ubek mengikuti festival demi festival.
Yang terbaru, dia bersama seniman Asri Nugroho N.P. mewakili Indonesia pada Busan International Print Art Festival (BIPAF) 2007. Festival tersebut dihelat 1-13 Oktober di Busan, Korea Selatan. Itu adalah keikutsertaan Agus yang ketiga dalam festival internasional.
Pria 39 tahun itu mengatakan bahwa BIPAF adalah festival menarik. “Kita bisa tahu perkembangan digital print mutakhir,” kata suami Jenny Lee, seniman kriya keramik.
Dalam festival tersebut, Agus mengusung dua karya digital print, Imagination 1 dan Imagination 2. Semuanya menyandingkan kebudayaan Indonesia dan Tiongkok. “Kan kebudayaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya Tiongkok,” ujar alumnus SMAK St. Thomas Aquinus, Tulungagung, itu.
Sepanjang karir berkeseniannya, Agus telah mengadakan enam kali pameran tunggal. Selain itu, dia pernah mengikuti 14 kali pameran bersama. Saat ini, Agus aktif sebagai kurator di berbagai pameran. Dia juga mengajar di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. (wek)

Jawa Pos, Kamis, 18 Okt 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: