Suharmono Kasiyun, Pengarang dan Penggerak Sastra Jawa

Dikenal sebagai pengarang novel, cerita cekak dan geguritan angkatan tahun 70-an, Suharmono Kasiyun masih eksis hingga sekarang. Karya-karyanya terus mengalir mengisi majalah-majalah berbahasa Jawa. Selain itu, itu juga menulis karya-karya sastra berbahasa Indonesia, seperti cerita pendek dan novel.

Saat mengikuti peringatan Hari Sastra di Trengganu, Malaysia, ia mendapat ilham menulis cerita cekak Tatu-tatu Lawas yang berkisah tentang percintaan satu rumpun Melayu yang harus terpisah karena konfrontasi Indonesia – Malaysia. Cerkak itu, dan karya lainnya yaitu Kidung Katresnan berhasil menjadi pemenang ketika Pusat Kesenian Jawa Tengah di Surakarta tahun 1980 mengadakan Lomba Crita Cekak dan geguritan. Selain itu, novelnya yang berjudul Den Bagus mendapat juara harapan dalam sayembara naskah roman yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta tahun 1980.

Pembawaannya yang low profile dan terlihat sangat hati-hati menjadikan pemenang Hadiah Rancage tahun 1999 atas novelnya Pupus Kang Pepes ini menjadi tokoh berpengaruh dalam menyatukan teman-teman sastrawan Jawa. Sampai-sampai ia dua kali dalam periode berbeda diminta memimpin Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS). Suharmono memang pribadi pengayom, menjadi jujugan teman-temannya terutama dari kalangan pelaku dan pecinta sastra dan kebudayaan. Selain itu, dia beberapa kali menjadi pemakalah atas nama wakil Jawa Timur dalam Kongres Bahasa Jawa.

Meski tinggal di kawasan perumahan Pondok Candra, Sidoarjo, ia selalu tekun dan rajin mengikuti acara-acara seni budaya di Surabaya maupun Sidoarjo sendiri. Dalam diskusi-diskusi, memang kadang dia diam. Namun begitu melontarkan pertanyaan, terasa kritis namun halus, tanpa menyinggung perasaan yang dikritiknya.

Lahir di Ponorogo 19 Maret 1953, pendidikan sarjana muda diraihnya di FKSS Jurusan bahasa Indonesia IKIP Negeri Surabaya (sekarang Unesa), gelar sarjana di FKSS IKIP Negeri Malang dan kini masih meneruskan jenjang S-2 di Unesa lagi. Pernah bermain drama, salah satunya terlibat dalam drama Mega-mega karya Arifin C. Noer, produksi Grup Diskusi Sastra “Sanggar 6 Januari 1973” sekitar tahun 70-an lampau. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: