Gimoen, Satu-satunya Penari Topeng Glagahdowo

Mulai belajar tari topeng pada tahun 1939, tetapi sebelumnya mendalami macapat karena ayahnya adalah pelantun macapat. Pada masa-masa pendudukan Belanda sudah sering mementaskan nomor2 tari topeng di daerah2 seperti Gubuk Klakah, Poncokusumo, hingga di lereng gunung Semeru. Ketika melaksanakan pementasan keliling tersebut seluruh rombongan berjalan kaki sambil membawa peralatan pentas, hingga kegiatan ini memakan waktu berbulan bulan.

Bersama Rasimoen pernah mendirikan padepokan “Sri Margo Utomo” yang sempat mengalami masa kejayaan. Saat ini Gimoen adalah satu satunya penari topeng Glagahdowo yang masih sanggup menari. Ilmunya ia tularkan dengan mengajar tari di daerahnya baik di sanggar tari Setio Utomo maupun mendatangi rumah2 masyarakat setempat untuk mengajarkan tari pada anak2.

Selain tari topeng keahliannya yang lain adalah mahir melantunkan tembang2 macapat, beberapa kitab macapat ia warisi dari leluhurnya seperti kitab Amat Mukhamat, kitab Ajisoko, kitab Yusuf.

Nama : Gimoen

Tgl Lhr : 1924

alamat : Ds. Glagahdowo, Jl. Mawar G. 2 No.120 Rt. 7 Rw. 6 Pulungdowo – Tumpang

(eko hadiwijaya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: