StreetArt, Taman Karya ala Despro

suarasurabaya.net| Dibawah pepohonan rimbun di Taman Bungkul Surabaya tampak puluhan remaja yang sibuk dengan kuas mereka sendiri. Mereka mengikuti acara StreetArt yang diadakan para mahasiswa Despro ITS.

EDO satu diantara peserta StreetArt, mengatakan karya yang dibuat olehnya berjudul ‘Children’. Tampak goresan pensil diatas kanvas yang dibuatnya menggambarkan anak kecil yang dikelilingi oleh bunga beraneka ragam.

Tidak hanya EDO yang beraksi memamerkan kebolehannya melukis siang itu, tak kurang dari 50 peserta turut serta dalam acara ini. Peserta sebagian besar mahasiswa dari ITS, Unesa, Unair, dan UK Petra. Karya-karya yang dihasilkan ini akan langsung dipamerkan di Taman Bungkul pada hari itu juga, dan beberapa karya akan dilelang.

Karya-karya yang dihasilkan kebanyakan bersifat pop art. Dimana peserta bebas mengeksplorasi gaya gambar dan media yang digunakan.

PONGGE Ketua Pelaksana StreetArt, yang membuat karya yang menggabungkan antara lukisan dan tempelan kertas mengatakan bahwa tema pop art diambil karena banyak dikenal oleh masyarakat.

Pop art juga banyak digemari oleh anak muda sekarang dalam berkarya,” ujar PONGGE seperti dalam rilis Humas ITS yang dikirim pada suarasurabaya.net, Minggu (07/10).

PONGGE sendiri mengaku kaget dengan antusiasme peserta yang cukup besar. Awalnya ia menargetkan hanya sedikit peserta yang ikut. PONGGE sendiri mengaku jika karena hanya membuat pengumuman di internet dan penempelan poster di beberapa tempat. “Bahkan ada orang Belanda yang turut serta meramaikan acara ini,” ungkapnya.

Orang yang dimaksud PONGGE adalah YVONNE, yang turut berkarya siang itu dengan peserta lainnya. YVONNE sendiri membuat karya unik yang memperlihatkan Indonesia dan Belanda dari dua sisi yang berbeda.
Melihat antusiasme masyarakat yang besar ini PONGGE bertekad untuk membuat acara serupa di waktu yang akan datang. “Tapi mungkin nanti lebih terkonsep dan bertema,” paparnya.

Peserta termuda yang mengikuti ajang ini adalah ILHAM. Murid SD Khadijah yang umurnya belum genap sepuluh tahun ini berani bersaing dengan karya yang rata-rata dibuat oleh mahasiswa ini. Karyanya sendiri dipengaruhi oleh gaya grafis Victorian dan pop art.

ILHAM sendiri tampaknya banyak mendapat inspirasi mengenai musik, sesuai dengan karyanya yang banyak menampilkan musisi dan instrumennya.

MHENDRA Ketua Himpunan Mahasiswa IDE, mengatakan sangat mendukung acara yang diadakan ini. “Selama positif dan memiliki nilai kreatif kami akan selalu mendukung,” ujarnya.(ipg)

Teks Foto:
1. Peserta StreetArt, sedang asyik dengan kuasnya.
2. Hasil goresan peserta StreetArt di Taman Bungkul.
Foto: Dok. Humas ITS

Sumber: suarasurabaya.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: