SASMITO ESMIET (sastrawan, Banyuwangi)

Pejuang Sastra Jawa, adalah julukan tepat yang layak diberikan pada Sasmito alias Esmiet. Dia lahir di Mojokerto 20 Mei 1938, namun kemudian tahun 1957 bermukim di Banyuwangi mengembangkan berbagai aktivitas kesenian sambil terus melahirkan ratusan karya tulisnya. Esmiet memang bukan sekadar pengarang, namun organisator yang gigih. Komisaris Organisasi Penulis Sastra Jawa untuk Wilayah Jawa Timur dijabatnya sejak tahun 1957, dan diangkat menjadi sekretaris Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT) tahun 1974 ketika karyanya berjudul Angin Puputan Kedung Srengenge mendapat penghargaan dari PKJT.

Esmiet yang pernah hilang 35 hari di Alas Purwo dan sempat mengetahui konsentrasi PKI ini mengaku optimistis, bahwa masa depan sastra Jawa pada masanya akan cerah. Esmiet berceramah dimana-mana, meyakinkan bahwa sastra Jawa harus diselamatkan dan bakal menemui hari depan yang gemilang. Dia yakin bahwa generasi muda nanti akan mengalami kejenuhan dengan budaya Barat dan mereka akan kembali ke asalnya dan sekaligus mengaguminya. Dari sanalah generasi muda akan mencintai Sastra Jawa.

Sebagai sastrawan yang produktif, dia mengakui kelemahannya, yakni tak mampu membuat dokumentasi yang baik. Padahal telah 12 buku Sastra Jawa yang telah dibuatnya, 177 cerita bersambung dan 1.075 cerita cekak (cerpen bahasa Jawa) yang dimuat berbagai media massa berbahasa Jawa, serta masih ada 4 buku yang belum sempat diterbitkan. Karena tanpa dokumentasi itulah MURI batal memberikan hadiah pemecah rekor sebagai penulis cerita bersambung terbahyak. Beruntunglah banyak karyanya (meski belum semua) yang terdokumentasi dengan baik di Pusat Dokumentasi Sastra Jawa yang dikelola Suripan Sadihutomo (alm). Sedemikian menggebunya memperjuangkan sastra Jawa, sampai-sampai pengagum Ronggowarsito ini memiliki obsesi mendirikan Akademi Sastra Jawa. Bahkan dia ingin menggantikan pujangga Ronggowarsito dalam jaman sekarang ini.

Sementara aktivitasnya dalam organisasi kesenian, Esmiet yang juga seorang Penilik Sekolah ini memimpin Sanggar Kuning di Genteng, Banyuwangi, dengan 364 anggota. Suatu jumlah yang sangat besar. Di sanggar inilah dilatih berbagai cabang kesenian, mulai sastra, tari/joget, pedalangan dan karawitan. Meski dalam kondisi sakit pun Esmiet masih sering menyempatkan diri hadir di berbagai acara, kalau perlu harus duduk di kursi roda sekalipun.

Di atas pembaringannya, lelaki dengan sembilan anak dari empat istri ini masih bicara dengan semangat berapi-api perihal masa depan Sastra Jawa. Menurutnya, seorang penulis Sastra Jawa seharusnya menguasai lima disiplin ilmu, yaitu ilmu sejarah, ilmu kesenian, ilmu kebatinan, sosiologi dan juga pengetahuan umum. Perjuangannya selama ini toh akhirnya membuahkan hasil juga, dengan meraih penghargaan Rancage sebanyak dua kali, penghargaan dari PKJT dan juga dari penerbit majalah Jayabaya. Bahkan, pada tahun 1990 juga mendapat penghargaan dari pemerintah Suriname sebagai pengarang yang peduli pada lingkungan.

Satu hal yang kemudian ingin disampaikannya, “kalau pemerintah Indonesia ingin selamat, ruwatlah Pancasila.” Entah bagaimana penjelasannya, mungkin ketika sehat nanti, Esmiet akan menjelaskan panjang lebar.

(sumber: Buku Penghargaan Seniman Jatim, 2002)

2 Responses

  1. nwun kawi gatosanipun,

    nwun pangapunten badhe dherek pirsa seyaktosipun kula remen maos lan ngemban tumrap kabudayan jawi,menawi saged kula nyuwun wewarah llan ugi menawi wonten buku-bukunipun badhe kasambut. matur swun. nwun

  2. baru saja saya ketemu salah satu putra bp. Esmiet yaitu saudara lang lang. beliau berkeinginan menguri uri kembali karya besar ayahandanya. bahkan beliau pingin mendirikan padepokan di banyuwangi. bagi siapapun yg menyimpan naskah atau karya karya esmiet agar sedianya untuk membantu mengumpulkan. trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: