RASIMUN: Seniman Tradisi, Malang

Lelaki yang sudah sepuh ini adalah penari topeng andal yang sulit dicari tandingannya. Profesi sebagai penari Gunungsari Wayang Topeng Malang sudah ditekuninya sejak tahun 1939 (baca: enam puluh empat tahun yang lalu) hingga sekarang. Sementara tahun 1949-1976 pernah menjadi pemain ludruk, sebagai pengremo Beskalan dan Pawestran. Selain itu, Rasimun juga pernah menjadi penari Beskalan Putri Malangan, Remo Putri, Topeng dan Jangger. Kelompok ludruk yang pernah diikutinya antara lain, Sinar Muda, Margo Utomo, Sagri, Marhaen dan Nusantara. Sedangkan kelompok wayang topeng, hanya Sri Margo Utomo Glagahdowo.

Lahir di Desa Glagahdowo, Tumpang, Malang, tahun 1921, hingga kini masih tinggal di desa kelahirannya, tepatnya RT 06/RW VII. Beristrikan Patonah, tidak dikaruniai anak, kemudian mengangkat seorang anak bernama Slamet yang kini kuliah di Universitas Islam Malang (Unisma). Karena kepiawaiannya itulah hingga sekarang Rasimun masih mengajar di Padepokan Seni Mangundarmo, Desa Tulusbesar, Kec. Tumpang, pimpinan M. Soleh Adipramono.

Selain mahir menari, Rasimun juga dikenal trampil membuat/menyungging topeng dan penata/pembuat busana tari topeng. Karena itulah sejumlah penghargaan dari instansi pemerintah dan pihak swasta telah beberapa kali diterimanya. Jasa Rasimun yang terbesar adalah sebagai penyelamat Tari Topeng Malangan yang nyaris punah. Tari Topeng Glagahdowo ditularkan oleh Rasimun kepada masyarakat sekitarnya. Tariannya terkenal dengan ciri alusan gaya Gunungsarian.

Tahun 1984, adalah kenangan yang takkan terlupakan kalangan pengamat tari ketika Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menggelar pertunjukan dan sarasehan Topeng Malangan di Balai Pemuda Surabaya. Waktu itu, Rasimun yang masih gesit menunjukkan kebolehannya sebagai penari Topeng Glagahdowo yang sangat mengagumkan. Pengamat tari A.M. Munardi (alm) yang mengagas pergelaran itu mencatat kesaksiannya, “…. Bersama rekannya, Rasimun mampu menghadirkan tontonan yang amat unik dan mempesona.” (*)

(sumber: Buku Penghargaan Seniman Jatim, 2003)

 

One Response

  1. semoga topeng malangan tetap berjaya ,meski banyak gempuran – gempuran kesenian modern,

    regard from mi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: