M. FUDOLI ZAINI (sastrawan, esais, Surabaya)

Namanya memang identik dengan “sastra religius” lantaran sastrawan yang satu ini memang intensif belajar sastra Arab, Sastra Sufi, langsung dari negeri asalnya selama puluhan tahun, dan banyak melahirkan cerpen bernuansa religius. Muhammad Fudoli Zaini adalah salah satu cerpenis kuat yang diakui di negeri ini.

Lahir di Sumenep, 8 Juli 1942, setamat SMA dia singgah sebentar di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, kemudian masuk IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian melanjutkan studi di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, atas beasiswa universitas tersebut. Mula-mula ia belajar syariah, kemudian belajar sejarah di Institute of Islamic Studies di kota yang sama, lantas belajar Sastra Arab Modern di Institute of Arabic Studies. Namun minat dan keseriusannya kembali lagi menggiringnya ke Universitas Al Azhar, belajar filsafat dan secara khusus belajar Filsafat Tasawuf hingga meraih gelar MA dan PhD dalam bidang tersebut.

Dalam khasanah sastra Indonesia, nama Fudoli sudah banyak berkibar tahun 70-an di majalah sastra ternama Horison, cerpen dan esainya juga menghiasi banyak media massa. Kumpulan cerpennya yang telah dibukukan adalah Lagu dari Jalanan (Balai Pustaka, Jakarta, 1982), Potret Manusia (Balai Pustaka, Jakarta, 1983), Arafah (Pustaka, Bandung, 1985), Kota Kelahiran (Balai Pustaka, Jakarta, 1985), Batu-batu Setan (Pustaka Firdaus, Jakarta 1994), Rindu Ladang Padang Ilalang (Bentang Budaya, Jogjakarta, 2002), sementara beberapa buku kumpulan cerpennya masih menyusul diterbitkan. Dari data ini saja dapat terlihat betapa produktifnya seorang Fudoli, termasuk cerpen-cerpennya yang dimuat di sejumlah antologi, seperti Angkatan 66 oleh HB Yassin, Laut Biru Langit Biru (Ajip Rosidi), dari Jodoh Sampai Supijah (Radio Nederland), Cerita Pendek Indonesia (Satyagraha Hoerip), Beyond the Horizon (David T. Hill, Monash University, Australia), Limau Walikota (Surabaya Post) dan banyak lagi, termasuk sejumlah cerpennya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Belanda.

Buku antologi Kota Kelahiran sempat mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai karya fiksi terbaik, sedangkan Suminten mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta, 1999. Buku yang mengulas cerpen-cerpennya dengan sangat luas adalah Sastra Indonesia di Madura oleh Kisyani dkk (Departemen P dan K, 1998). Sementara buku kumpulan esainya juga pernah diterbitkan oleh Risalah Gusti, 2000, berjudul Sepintas Sastra Sufi.

Fudoli Zaini, memang aset penting yang dimiliki Surabaya, bahkan Indonesia. Sepulang dari Kairo tahun 1990, dia kembali mengajar di Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya, serta mengajar di program Pasca Sarjana sejak dibuka pertama kali, tahun 1994.

(sumber: Buku Penghargaan Seniman Jatim, 2002)

2 Responses

  1. Apa dong identitasnya buku kumpulan cerpen batu-batu setan secara lengkapnya (judul,berpa halaman, dll)
    Terima kasih !

  2. bagi yg belum baca lebih baik baca.lebih keren dari crita2 islami yg beredar sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: