HENING PURNAMAWATI: Pelukis, Sidoarjo

Perempuan pelukis ini adalah asset yang sangat berharga bagi Jawa Timur. Sejak lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 1987, langsung masuk ke Surabaya dan menggelar pameran tunggal di Pusat Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA) tahun 1988. Sejak itu pameran demi pameran diikuti dalam skala lokal, regional hingga internasional. Terakhir, pameran keliling Asia, Eropa dan Australia selama 3 tahun, khusus perupa perempuan (Text and Subtext). Dan Hening adalah salah satu dari dua peserta perempuan Indonesia, disamping Arahmaiani dari Bandung.

Sebagai pelukis, penghargaan kali pertama diperoleh tahun 1981 dalam karya sketsa seni lukis dari Jurusan Seni Lukis ASRI Yogyakarta, penghargaan karya terbaik seni lukis dari ISI tahun 1987, dan masuk 10 karya terbaik seni lukis Forum Perupa Muda Surabaya (1989). Sementara dalam kompetisi seni lukis Indonesian Art Awards versi YSRI – Phillip Morris tahun 1994, karya Hening tercatat dalam 10 besar. Dua tahun kemudian (1996) memperoleh penghargaan karya terbaik dari institusi yang sama.

Sejak itulah nama Hening terus berkibar sebagai perupa yang mencatatkan diri dalam pemaran-pameran lukisan bergengsi di dalam maupun di luar negeri. Meski demikian, dia tetap berendah hati bersedia ikut pameran kecil-kecil atau sekadar menjalin tali silaturrahim. Kiprahnya yang terus berdenyut membawa nama harum Jatim berbuah penghargaan sebagai Tokoh Populer Berprestasi Jawa Timur dalam bidang seni lukis dari Surabaya Enterprise Harian Surabaya Post (1996). Penghargaan tingkat nasionalpun diperoleh dari Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya RI (1998) dalam meningkatkan kreativitas seni lukis Indonesia.

Sejumlah pameran penting yang pernah diikutinya antara lain, Pameran Pelukis Muda Pilihan Indonesia (Jakarta, 1991), Pameran Besar Pelukis Indonesia (Surabaya, 1991), Pameran Asian Watercolour (Jakarta 1992, Bali 1993, Kualalumpur 1994, Bangkok 1995), Asean Watercolour Taiwan – ROC (Taiwan, 1992), Pameran Internasional Lukisan Cat Air (Jakarta, 1993), dan Pameran Pelukis Indonesia selama setahun penuh keliling negara: Indonesia, Brunai Darussalam, Singapura, Malaysia, Philipina, Thailand dan Vietnam (1994). Dalam tahun yang sama (1994) mengikuti Pameran The Jakarta International Fine Arts dan pameran Phillip Morris Indonesian Arts Award I di Jakarta (terpilih lagi tahun 1995 keliling Indonesia, tahun 1996 dan 1998 di Jakarta).

Pameran lukisan Asean Arts Award (1996 Bangkok, Malaysia, Singapura), Artrage Festival di Perth Australia Barat (1996), Pertukaran Seni Internasional Indonesia-Jepang di Kochi, Hiroshima dan Kobe Jepang (2001), dan selama tahun 2003 menjadi peserta pameran Borobudur International Festival (Magelang), Pameran Internasional CP Open Biennale (Jakarta), Pameran Lukisan Pelukis Indonesia di China (Beijing dan Shanghai). Sementara tahun 2004 nanti, sudah terjadwal rencana pameran di tiga kota di Jerman.

Lahir di Cimahi 3 September 1960, istri pelukis Rilantono ini pernah mengajar di LPSR “Aksera” dan STKW Surabaya dan sekarang menjabat ketua Komite Senirupa Dewan Kesenian Jawa Timur. Tanpa kehadiran seorang anak, suami istri pelukis itu tinggal di Taman Paris AI/16 Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo, telp: 031.8913100. (*)

(sumber: Buku Penghargaan Seniman Jatim, 2003)

 

One Response

  1. ayoo brang wetan jadikan seni rupa Surabaya lebih berkompetisi!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: