Bubi Chen (2) Koleksi 500 Buku Perang

Di luar profesinya sebagai pemusik jazz, Bubi Chen juga memiliki kegemaran lain yang amat disenanginya. Yakni mengoleksi dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan perang dan peralatannya.

Di rumahnya yang asri di kawasan Kupang Indah Surabaya, tersimpan banyak buku dengan tema perang. Sejak dari ruang tamu hingga kamar pribadinya, buku-buku perang terpajang rapi di rak-rak dan lemari.

“Saya adalah orang yang mempunyai jiwa agresif. Jadi, sejak kecil saya menyukai segala suatu yang berbau perang. Musik saya juga agresif seperti jiwa saya,” ungkap arek Surabaya yang akrab dipanggil Om Bubi itu.

Dia mengaku memiliki sekitar 500 buku tentang sejarah peperangan plus alat-alat perang. Sebagian tertata rapi di lemari ruang tamu, lainnya disimpan di dalam kamarnya. Namun, walau sudah mengoleksi banyak buku, dia mengaku masih terus hunting. Dia selalu menyempatkan membeli buku-buku bertema perang di mana pun dia bepergian. Baik di dalam maupun di luar negeri.

Om Bubi mengungkapkan, tema perang yang paling dia sukai adalah Perang Dunia (PD) II. Menurut dia, belum ada perang yang sehebat PD II. Beberapa di antara buku koleksinya yang membahas tentang PD II adalah German U Boat (Kapal Selam Jerman pada PD II), D-Day (Pendaratan Sekutu di Normandia), World War Fighting Aircrafts (Pesawat Tempur Perang Dunia).

Tak sebatas hanya mengoleksi buku-buku tentang perang dan peralatannya, anak bungsu dari delapan bersaudara ini juga gemar merakit alat-alat perang yang dilihatnya di buku-buku koleksinya itu. Misalnya pesawat tempur dan tank.

Pria berjuluk Mutiara dari Timur ini sengaja membeli mainan yang belum dirakit untuk kemudian dirakit dan dicatnya sendiri. “Saya menemukan kesenangan tersendiri dengan merakit mainan alat-alat perang itu daripada membeli jadi,” ujarnya.

“Waktu kecil, kalau saya lihat ada gambar pesawat tempur di koran, saya mengguntingnya lalu saya tempelkan di plat,” kenangnya.

Dia mengaku sudah merakit ratusan pesawat dan tank mainan. Namun, ada juga sebagian dari koleksinya yang dia beli dalam keadaan sudah jadi.

Om Bubi menerangkan, tidak ada perlakuan khusus untuk merawat koleksi-kolesinya tersebut. Intinya, asal tetap bersih dan tak berdebu, tak masalah. Untuk buku-bukunya yang dia letakkan di kamar, dia simpan dalam kotak, sedangkan buku-buku yang disimpan di rak ditutupi dengan plastik. Sementara itu untuk menjaga miniatur-miniatur mainan alat perang koleksinya, pemusik yang pernah berkolaborasi dengan grup band Padi itu meletakkannya dalam etalase-etalase kaca.

“Saya selalu terhibur bila melihat koleksi-koleksi saya ini. Rasanya saya menemukan dunia saya yang lain,” tandasnya. (ign/nar)

Jawa Pos, Minggu, 30 Sept 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: